Sabtu, 03 September 2011

 SUNSET: salah satu sudut pantai pada saat senja di Pulau Raijua

Mengenal potensi wisata Sabu Raijua setelah menjadi Kabupaten mandiri.(1)

Berselancar ditanjung Raijua,menikmati sunset dari pantai Wuihebo.

Keindahan dan pesona sabu raijua sebagai pulau kecil yang jauh dari pandangan para wisatawan dan para penikmat budaya dan wisata membuat daerah ini tak tersohor seperti wilayah lain di bumi flobamora. padahal ada segudang potensi yang bisa mendulang rupiah dari bidang pariwisata. jarak yang jauh dan minimnya sarana pariwisata menjadi kendala selama ini. tapi selepas menjadi kabupaten otonom bagaimana geliat wisata di pulau penuh mistis ini???
Joey Rihi Ga,Menia

Yang dikenal oleh orang lain tentang Sabu dan Raijua adalah dua pulau kecil yang terletak ditengah pulau timor sumba dan rote.mereka tidak tahu, pulau tersebut memiliki pesona yang menawan hati, mulai dari tariannya yang indah dan sarat makna, budaya dan adat istiadatnya serta situs sejarahnya yang bernilai jual tinggi, alamnya yang indah serta kekayaan fauna dalam birunya laut sabu. bagi wisatawan yang seang berselancar jangan bilang anda peselancar hebat kalau belum pernah menikmati gulungan ombak yang menawan dibagaian selatan pulau raijua. ada sepuluh hingga limabelas kali gelombang yang berikutan disana yang akan membuat anda gila dalam berselancar. dibeberapa titik di pulau sabu juga ada ombak yang cukup baik untuk berselancar. katakan saja di wuihebo sabu barat, di gella nalalu mehara serta lie geta sabu timur. bagi beberapa bule yang pernah berselancar disana mereka selalu memberikan kesan puas dan ingin kembali lagi. namun bagi mereka kesulitan transportasi dan akomodasi wisata yang layak menjadi semacam hantu yang menakutkan mereka untuk kembali mencobanya lagi. itu baru potensi berselancar. anda harus tahu bahwa di sabu raijua memiliki kalender adat yang penuh dengan kegaitan adat budaya yang padat. tentu sambil berselancar bisa menikmati kegaiatan adat di sabu raijua. di raijua misalnya. pulau kecil yang berselat cukup menggetarkan bagi nelayan ini akan menjamin dahaga para wisatawan akan berbagai kegaiatan adat seperti Hidu badda maja ( tangkat hewan maja,red), pehere jara maja, ( pacuan kuda ), nuni kowa maja ( menurunkan perahu maja ke laut,red) dan perayaan adat lainnya,yang membuat bulu kuduk berdiri. pulau yang katanya sebagai tempat asal mahapatih gajah mada ini memang masih asli dalam berbagai aspek kehidupannya. semua kegaiatan dan alur kehidupan masih berjalan dalam aturan dan ritual adat sehingga kehidupan buadayanya amat mempesona bagi para wisatawan. kalau berselancar di gella nalalu anda akan disuguhi oleh pesona alam yang indah serta peninggalan dan situs sejarah yang juga mempesona. ada perahu leluhur yang telah membatu dengan tiang layar yang telah patah. di lie geta juga demikian. alam yang indah dengan hamparan pasir putih yang bersih dengqn cadar yang diukir alam dengan indahnya. bisa melihat penyu bertelur dan bisa menikmati barisan ikan paus kala mereka bermigrasi melewati laut sabu. itu suguhan yang tidak menarik bagi orang sabu karena memang mereka sudah hisup sehari-hari dengan keadaan tersebut. tapi tentu bukan demikian bagi penikmat wisata. moment indah dan alam indah belum tentu mereka temui ama seperti di sabu raijua. kalau anda sudah lelah jangan lewatkan ndahnya sunset dari berbagai sudut psantai yang mengitari pulau sabu. tenggelamnya matahari disana terasa begitu lain dengan lukisan-lukisan langit yang mempesona. tak kalah dari bali. kalau kehadiaran sunrise ditemani suara kicau burung nan merdu, maka kepergian sunset atau kala matahari berjalan ke peraduannya akan diselingi suara burung hantu. indah tapi penuh misteri. cita-cita bupati sabu raijua marthen dira tome menjadkan sabu sebagai kota para dewa tentu terlahir dari pengalamannya dinegeri orang lalu kemudian membandingkannya dengan pulaunya sendiri. dan kenyataannya seperti itu. kota para dewa. kehiduapan orang sabu asli yang manganut kepercayaan jingitiu meyakini bahwa segala aspek lehidupan orang sabu dilindungi oleh para dewa sesuai perannya masing-masing.ini baru beberapa hal soal keindahan alam dan potensi wisata yang dihidangkan bagi anda. lalu bagimana anda menyatu dalam berbagai tarian adat serta menyelimuti diri dengan berbagai kait adat yang bersimbol khidupan orang sabu?? mari berwisata ke sabu raijua (bersambung)

SAMBUT TAMU: beginilah para pemangku adat menyambut tamu

Mengenal potensi wisata Sabu Raijua setelah menjadi Kabupaten mandiri.(2)

Menyatu dalam tarian sakral berselimutkan kain para dewa.

tarian boleh sama namanya pedo,a tapi hantakan kaki dan syair serta lagunya bisa menunjukan dari sabu raijua mana mereka berasal. dari barat, timur, liae,mehara atau raijua. begitu juga dengan kain dan selimut yang menyatu di tubuhnya. bisa diketahui darimana dia berasal. semuanya bisa dikenali di sabu raijua. dalam menjalani kehidupannya, mereka yakin berada dalam proteksi para dewa.
Joey Rihi Ga,Menia.

Dalam kehidupan orang sabu raijua tidak pernah lepas dari upacara atau ritual adat baik itu ritual yang sederhana hingga ritual adat yang sangat sakral.  Ritual yang dilakukan dalam kehidupan orang sabu adalah sebuah lambing penghormatan bagi para dewa yang mereka yakini telah melindungi dan memilihara kehidsupan mereka selama didunia. Para dewa dalam kepercayaan jingitiu terdapat banyak dewa yang memilki tiugas masing-masing dalam menjaga dan melindungi manusia. Para dewa ada yang memberi kemakmuran ada juga yang mendatangkan bencana. Jangan heran jika anda tiba diraijua anda akan melihat begitu banyak tempat temnpat pemujaan yang disiapkan oleh masayarakat adat untuk melakukan ritual dan sesembahan bagi para dewa yang mereka tempatkan di atas atas batu atau di bawah pohon bahkan di dalam rumah adat atau tempat tinggal mereka. Masing-masing dewa memiliki namanya sendiri-sendiri sesuai dengan tugas dan perannya menjaga manusia. Ada dewa angin, dewa laut dewa hujan, dewa pertaznian, dewa kemakmuran. Dari semua dewa yang disembah orang raijua dewa yang paling tinggi kedudukannya adalah dewa dengan sebutan Deo Ama dewa ini yang yang diyakini sebagai dewa pencipta dan pemelihara kehidupan manusia serta memiliki kedudukan di atas dewa dewa yang lain. Nama para dewa ini hanya diketaui oleh para tua adat karna dianggap keramat. Percaya atu tidak jika menyebut nama salah satu dewa misalnya dewa hujan dengan kata kata keramat maka hujan pasti terjadi atau hujan bisa berhenti. 
Persembahan bagi paradewa juga dilakukan sesuai dengan kalender adat sehingga setiap ritual yang akan dilakukan harus berpedoman pada kalender adat. Begitu juga dengan setiap kegiatan masyarakat seperti menanam atau melaut dan sebagainya semaunya diatur. dari situlah maka muncullah tarian-tarian adat yang sakral seperti ledo hawu yang hanya ditarikan pada saat tao leo atau penyucian arwah serta penyambutan para pahlawan. tarian pedoa yang melambangkan persatuan dan jiwa gotong-royong. syair lagu atau hoda, tangisan pilu dalam tuturan kata untuk silsilah kala orang meninggal.begitu pula dengan kekyaan dan keunikan kain tenunan di sabu raijua. setiap motif dalam kain adat memiliki kisah sendiri-sendiri. tidak semua orang bisa memakai motif tertentu pada upacara sakral karena kain yang dikenakannya mencerminkan strata serta darimana dia berasal. mereka juga percaya bahwa kain yang dikenakannya akan menjaga keselamatan mereka, membawa keberuntunan serta menghidari mereka dari bencana yang mengncam. tidak heran kalau banyak penleiti dari luar negeri datang secara khusus untuk meneliti tenunan sabu, mereka bahkan telah membawa kain tenunan sabu mendunia. kini dalam dunia moderen dengan tuntutan ekonomi maka kain sabu harus bisa berdiri tegak pada keasliannya sambil tidak kaku dan bisa mencair dalam modifikasi yang bernilai jual tinggi. hal ini memang telah dirasakan bupati sabu raijua sehingga dirinya mengingatkan bahwa saat ini tengah maraknya jiplak menjiplak berbagai motif daerah oleh orang luar. hal ini tentu sebuah pelanggaran atau dikategorikan sebagai kejahatan dalam dunia budaya dan dunia ekonomi yang akan merugikan masyarakat dan daerah. "untuk itu maka kedepan mari kita bersama sama berpikir agar hak cipta motif daerah sabu apakah hak ekonomi atau hak moral harus dilindungi dan dikemas dengan aturan yang lebih nyaman,"ujar Marthen kala melantik ketua dekranasda dan ketua PKK sabu raijua. selain budaya dan adat istiadat yang masih kental keaslannya serta indahnya alam yang mempesona ada banyak potensi lain yang bisa dikemas bagi kehidupan pariwisata di sabu raijua. Percaya atau tidak, segala macam kegiatan yang berlangsung di sabu raijua selalu dalam aturan adat yang berlaku. bak perawan wisata yang belum tersentuh itulah sabu raijua raijua kabupaten kecil ditengah sumba, timor dan rote. penuh pesona dan mistis yang kadang sulit diterima logika tapi tetap memiliki daya tarik yang luar biasa. Tidak percaya?? mari berwisata ke sabu raijua.**

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar